Browsing "Older Posts"

Browsing Category "Opini"
peran fungsi mahasiswa

Mungkin anda sebagai mahasiswa sudah tahu apa yang dimaksud tentang peran dan fungsi mahasiswa. Karena hal ini pasti akan digelontorkan ketika anda pertama masuk dalam dunia kampus. Biasanya peran dan fungsi mahasiswa diberikan ketika anda mengikuti OSPEK.

Namun tidak jarang juga mahasiswa yang tidak pernah mengamalkan peran dan fungsi mahasiswa. Bahkan lebih parahnya lagi mereka malah tidak tahu apa peran dan fungsi yang melekat pada diri mereka sebagai mahasiswa.

Jika anda belum mengeri dan ingin tahu, oke lah saya akan berikan 4 peran dan fungsi mahasiswa.

4 PERAN DAN FUNGSI MAHASISWA


1. Sebagai Iron Stock, mahasiswa harus bisa menjadi pengganti orang-orang yang memimpin di pemerintahan nantinya, berarti mahasiswa akan menjadi generasi penerus untuk memimpin bangsa ini. (mesti sekuat besi)

2. Agent Of Change, mahasiswa dituntut untuk menjadi agen perubahan. Maksudnya, bila ada sesuatu yang terjadi di lingkungan sekitar dan itu salah, mahasiswa dituntut untuk merubahnya sesuai dengan harapan sesungguhnya.

3. Social Control, mahasiswa harus mampu mengontrol sosial yang ada di lingkungan sekitar. Jadi, selain pintar dalam bidang akademis, mahasiswa juga harus pintar dalam bersosialisasi dengan lingkungan.

4. Moral Force, mahasiswa diwajibkan untuk menjaga moral-moral yang ada. Bila di lingkungan sekitar terjadi hal-hal yang tidak bermoral, maka mahasiswa dituntut untuk merubah dan meluruskan kembali sesuai dengan apa yang diharapkan.

Iya memang dalam tekstualnya ada 4 peran dan fungsi mahasiswa yang kita ketahui secara umum. Namun jika hal tersebut kita tumbukkan dengan jaman ini, pertanyaannya masih relevankah hal tersebut?

baca juga - Jalantikus.com Download Game PC dan Android Gratis Terbaru dengan server lokal

Oke, jika kita berbicara dalam konteks ideal, mungkin ke empat peran dan fungsi tersebut masihlah jika ingin di gunakan. Yang menjadi masalah sekarang ini adalah mahasiswanya. Sudah tau apa tidak mereka makna ataupun kandungan dari ke empatnya. Atau sekedar sebuah teori usang yang hanya diberikan oleh senior ke juniornya?

Di akui ataupun tidak bahwa peran dan fungsi dari mahasiswa ini akan diberikan kepada seorang mahasiswa baru ketika mereka mengikuti ospek ataupun pengkaderan. Namun tak jarang yang memberikan materi tersebut tidak pernah menjalankan ke empatnya dan memang hanya tahu secara tekstualnya.

Sebagai seorang intelektual, seharusnya kita sebagai mahasiswa harus peka terhadap masalah-masalah seperti ini. Jangan sampai masa kita sebagai mahasiswa yang notabennya Harapan Masyarakat Indonesia ini menyia-nyiakan waktu sebagai mahasiswa. Jika mahasiswanya pragmatis, jangan harap masyarakat dan pemerintahnya juga tidak pragmatis.

Bagaimana pendapat anda sobat?

Peran Dan Fungsi Mahasiswa, Masih Relevankah?

By Unknown →
Kebesaran negeri ini tidak bisa lagi menahan saya untuk bangga menjadi salah satu anak negeri. Luasnya lautan, suburnya tanah, dan beragamnya budaya adalah salah satu anugrah yang diberikan oleh sang kuasa untuk bangsa ini. Namun dimanakah sejatinya kebanggan masayrakatnya sekarang ini?

Sebelumnya saya tidak tahu lagi bagaimana cara menyampaikan pesan kepada para penguasa negeri ini kecuali melalui sebuah tulisan yang mungkin juga akan segera berlalu dan tak terbaca. Turun ke jalan pun merupakan hal yang tidak efektif lagi (menurut sebagian mahasiswa). Mereka berpendapat bahwa seorang intelektual seharusnya bisa menggiring opini melalui tulisan mereka. Namun tulisan mana? Tulisan seperti apa? Sungguh saya tidak memahaminya.


Bapak-bapak para penguasa, tidakkah engkau sadari bahwa engkau telah diberi kepercayaan kepada masayarakat untuk memimpin di negeri ini? Tidakkah engkau sadari berapa juta orang yang menaruh harapan di pundak anda? Apakah anda tidak mau tahu ? Apa tidak ingin tahu ?

Bapak... ! Saya bukannya seorang yang munafik, namun saya saat ini heran sekali dikarenakan maraknya kasus pemerkosaan dan kejahatan asusila di negeri ini. Bahkan kemarin ketika saya ke salah satu kantor polisi di Surabaya, disana juga sedang menangani kasus percobaan pemerkosaan. Dan berita-berita di televisi ataupun media online setiap hari selalu menyuguhkan kasus yang sama. Saya bingung, mungkin kalau saya boleh tanya kepada bapak-bapak penguasa negeri ini, semua ini salah siapa?

Kasus asusila seperti itu sudah terjadi di semua kalangan masyarakat kita, mulai dari supir angkot, siswa SMA kita, Mahasiswa, Artis , bahkan pejabat-pejabat negara ini tak luput menjadi tersangka kasus kasus seperti ini. Dimanakah martabat bangsa yang agung ini? Pada siapakah saya harus belajar nilai-nilai ke-Indonesiaan jika semua sudah seperti ini.

Saya ini orang biasa bapak, saya tidaklah tahu apa-apa. Namun ada banyak pertanyaan yang selalu mengganjal hati saya. Ini semua salah siapa? Masayarakat Indonesia kah? Pemerintah Indonesia kah? Budaya Indonesia kah? Atau mungkin yang lebih ekstrim lagi ini adalah kutukan Tuhan kepada negeri ini?

Lebih Baik Mana Mencegah Dengan Mengatasi?

Permasalah negeri ini sudah terlalu kompleks dan memang tidak bisa kita atasi semudah membalik telapak tangan. Namun apakah tidak ada kemungkinan untuk mencegahnya bapak? Minimal kita melindungi generasi masa depan bangsa ini yang saat ini masuh dalam pendidikan dini dari hal-hal yang negatif.

Mungkin jika para penguasa negeri ini mau untuk iklah untuk memperbaiki negeri ini, mungkin semua keterpurukan negeri ini untuk kedepannya bisa teratasi. Namun jika ingin menjadi penguasa hanya karena ingin memuaskan nafsu duniawi (Harta, Tahta, Wanita) saya rasa juga negeri ini bakalan akan lebih parah dari saat ini.

Bukankan memang lebih baik mencegah dari dini dari pada mengatasi? Tapi saya yakin para penguasa negeri ini punya cara sendiri untuk menanggulangi semuanya ini dan saya tidak mengetahuinya.

Lebih Penting Mana Kepentingan Negara Dengan Kepentingan Golongan (baca = Partai)

Untuk memperbaiki negeri ini tidak harus saling menjatuhkan pihak lain dan golongan lain kan bapak penguasa yang sangat saya hormati. Mungkin setiap orang punya cara sendiri-sendiri untuk memperbaiki negeri ini (Atau mungkin setiap orang punya cara sendiri-sendiri untuk menggerogoti kekayaan negeri ini?). Bapak kan ahli tata negara? Seharusnya bisa bijak dan tidak mencampur adukkan kepentingan golongan dengan kepentingan negeri ini, atau malah dicampur juga dengan kepentingan pribadi (Nanti malah jadi nasi campur kalau di campur-campur)

Sebagai petinggi negara yang banyak disoroti oleh masyarakat dan media seharusnya para petinggi negara bisa memberikan contoh yang baik untuk masyarakatnya. Apa bapak para penguasa negeri ini tidak malu ketika tersangkut kasus penggelapan uang negara? Apalagi jika yang mau menerima gratifikasi S**. Saya malah kasihan sama keluarga yang ada dirumah kalau seperti itu, pasti akan menanggung malu. Apalagi yang masih punya anak di bangku sekolah, bisa-bisa anaknya nggak mau untuk berangkat sekolah karena malu atas kelakuan para orang tuanya.

Entah apa lagi yang bisa saya katakan, semoga saja bisa tersampaikan tulisan saya ini yang mungkin jika saya kirimkan melalui media cetak tidak akan diterima. Dan saya ucapkan terima kasih kepada yang bersedia membaca tulisan ini, saya harap mau meninggalkan komentar supaya saya tahu kalau ada yang membaca tulisan ini. Sampai saat ini saya bangga menjadi bangsa Indonesia.
Tags:

Surat Kecil Untuk Bapak Penguasa Negeri Ini

By Unknown →